PROFIL KECAMATAN

Kecamatan Curio adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Enrekang yang berada pada 740 – 1.098 m diatas permukaan laut. Luas Kecamatan Curio adalah 178,51 km2, yang terdiri dari 11 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Curio 14.533  Jiwa yang terbagi dalam jumlah laki-laki 7.335 jiwa dan jumlah perempuan 7.198 jiwa. Sebagian besar penduduk kecamatan Curio bermata pencaharian Pertanian, perkebunan terutama padi sawah.sayur-sayuran, cengkeh, coklat, Sedangkan pada peternakan sebagian besar pada ayam buras dan sapi potog. Kecamatan Curio juga memiliki potensi di bidang kehutanan seperti kayu pinus, damar, lebah hutan, dan tanam-tanaman kayu lainnya.

Adapun batas wilayah Kecamatan Curio adalah sebagai berikut:

  • Barat                 : Kecamatan Alla
  • Timur                : kabupaten Luwu
  • Utara                 : Kabupaten Tana Toraja
  • Selatan             : Kecamatan Malua dan Baraka

Arahan dan kebijakan pengembangan Kecamatan Curio merupakan hal yang sangat penting mengingat potensi alam yang perlu ditangani dengan segera. Potensi Alam Kecamatan Curio yang tersedia sangat menunjang ekonomi masyarakat baik dalam bidang perternakan, perkebunan maupun persawahan.

Adapun jenis-jenis arahan pengembangan kecamatan antara lain:

  1. Kawasan penunjang kegiatan Ekonomi
  2. Kawasan terbelakang
  3. Kawasan kritis
  4. Kawasan perbatasan
  5. Kawasan strategis hankamnas

Dalam penekanan kawasan prioritas ini perlu dilakukan identifikasi sektor-sektor prioritas untuk dapat dikembangkan pada masing-masing kawasan tersebut. Untuk itu dibutuhkan pembahasan terhadap sektor yang ada dengan memakai faktor pertimbangan arah kebijaksanaan pengembangan daerah, potensi dan prospek pengembangan kedepan.

Untuk program pelaksanaan kegiatan dari tahun 2010 sampai dengan 2011 disusun berdasarkan tingkat kepentingan didalam lingkup Kecamatan Curio. Dengan demikian perlu di adakan pemilihan lokasi kegiatan strategis yang akan menjadi prioritas pembangunan selama 3 tahun pertama. Dimana kawasan yang menjadi prioritas akan segera dilaksanakan baik perencanaan maupun pelaksanaan nanti, karena sudah jelas arah pembangunan adalah yang memiliki potensi atau permasalahan pembangunan yang perlu segera diselesaikan serta mengoptimalkan sumber daya yang ada pada kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil analisis dan karakteristik dapat diketahui beberapa wilayah yang paling prioritas sehingga menunjang pengembangan pembagunan secara berkesinambungan, misal dapat meningkatkan perekonomian wilayah secara menyeluruh.

Kriteria yang diterapkan dalam menentukan kawasan penunjang ekonomi yaitu:

  1. Pengaruhnya berdampak regional
  2. Perluasan pengembangan lahan berskala besar
  3. Prospek kedepan cerah
  4. Mampu merangsang peminat investor menanam modalnya diwilayah tersebut

Berdasarkan kriteria tersebut, kawasan yang diperkirakan mampu menunjang ekonomi wilayah adalah:

  • Kawasan Kecamatan Curio. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai wilayah tanaman persawahan dan palawija seperti: padi sawah, padi ladang, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang kedele, kacang merah. Buncis, Kentang, Kacang Panjang, Tomat, Bawang Merah,Terong, Kacang-kacangan, Lombok/Cabe
  • Wilayah perkebunan seperti:, Kopi, Cengkeh, Kakao, Jambu Mente, Kemiri, Vanili, dan Lada
  • Wilayah peternakan misalnya: Sapi perah, Sapi Potong, Kerbau, Kambing, Ayam buras, Itik/manila dan ikan mas serta ikan lele.

Pengembangan wilayah tersebut selain mendapat keuntungan secara ekonomi maka perlu juga diperhitungkan dampak lingkungannya, serta sarana penunjangnya seperti jalan desa, irigasi, air bersih maupun fasilitas lainnya.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori kawasan terbelakang di Kecamatan Curio adalah:

  • Pendapatan perkapita rendah
  • Tingkat perkembangan ekonomi rendah
  • Minimnya kelengkapan fasilitas pelayanan sosial ekonomi
  • Jumlah penduduk relatif rendah
  • Sarana transportasi sangat minim

Kriteria yang digunakan dalam kawasan kritis adalah:

  • Tingkat kerusakan lingkungan yang besar
  • Kemungkinan terjadinya bencana alam cukup besar
  • Produktifitas alamnya rendah
  • Lahan sudah tidak dapat diusahakan lagi

Kecamatan Curio luas lahan tanah kering 15.721 ha, luas tanah sawah 2.116 jadi total lahan yang terdapat di Kecamatan Curio 17.837 ha, yang sangat potensial untuk pengembangan areal persawahan, perkebunan, jika tidak dibuat peraturannya sedini mungkin dapat menjadikan daerah kawasan ini sangat kritis dan dapat menurunkan lingkungan dan produktifitas tanah.

Upaya penanggulangan kawasan ini adalah dengan mengidentifikasi kawasan kritis sebagai bahan pertimbangan dalam pegelolaan hutan.

Kecamatan Curio  yang terdiri dari 11 (Sebelas) desa, Berikut tabel-tabel yang menunjukkan kecamatan Curio dalam angka.

Berdasarkan Luas, Jarak, Ketinggian dari Permukaan Laut

No Desa Luas(KM2) Jarak ( Km ) Ketinggian dari permukaan laut (m)
Dari Ibukota Kecamatan Dari Ibukota Kabupaten
1 Mekkalak 7,1 9 49 740 – 983
2 Buntu Pema 7,6 7 45 745 – 1.000
3 Tallungura 20,25 4 51 542 – 1.196
4 Sanglempongan 22,36 3 56 564 – 1.053
5 Parombean 25,08 14 63 570 – 2.149
6 Curio 29,34 0 54 564 – 968
7 Pebaloran 16,88 14 49 812 – 1.122
8 Buntu Barana 25,32 16 51 806 – 1.098
9 Salassa 5,86 9 41 745 – 1000
10 Sumbang 10,52 3 49 812 – 1.122
11 Mandalan 8,2 9 46 806 – 1.098
Jumlah 178,51

Sumber Kepala Urusan Bantuan Desa Kec. Curio

2 thoughts on “PROFIL KECAMATAN

  1. LISTRIK DI DUSUN BT LONGKE DESA MANDALAN SANGAT MEMPRIHATINKAN..KALAU MALAM LISTRIKNYA TIDAK TERANG SUDAH BEBERAPA TAHUN KOK GA ADA PERHATIAN DARI PLN ATAU PIHAK TERKAIT.DULU SEKITAR TAHUN 90 AN SANGAT TERANG,TAPI SKARANG KAYAK DESA MATI. KALAU MALAM BGITU GELAP..HERAN DEH???ARTINYA KEMUNDURAN DONGK..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s